• Home
  • Contact
    • Google+
    • Location
    • Facebook
    • Twitter
  • Archive for Februari 2014

    Kapan sih Permulaan kiamat???

    ►
           SEJAK diutusnya Muhammad bin Abdullah menjadi nabi, Allah subhaanahu wata’aala sudah memvonis bahwa umat Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam adalah umat akhir zaman. Pengertian akhir zaman ini sudah sejak diutusnya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam yang merupakan nabi terkahir. Menurut hadits shahih, masa akhir zaman ini terbagi menjadi lima masa.
    Pertama adalah masa kenabian yaitu saat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam masih hidup. Kemudian masa Khulafaur Rasyidin, dimulai dari Abu Bakar, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Masa selanjutnya adalah masa raja-raja menggigit (maalikan ‘adhan), yaitu masa setelah wafatnya Ali bin Abi Thalib hingga runtuhnya Daulah Khilafah Utsmaniyah (1924). Masa keempat adalah masa maalikan jabariyan (penguasa diktator). Dan terakhir, masa kembalinya sistem khilafah.
    Saat ini kita hidup di masa yang mana?
    Sekarang adalah masa penguasa diktator, dan sedang gencar-gencarnya. Umat Islam sedang kalah. Namun itu sudah sunatullah, ada kalanya menang dan ada kalanya kalah. Kita pun harus optimis bahwa akan tiba waktunya umat Islam memperoleh kemenangan.
    Apakah kelak penguasa diktator itu bisa dikalahkan kaum muslimin?
    Begitulah menurut hadits. Kita akan berperang melawan Yahudi, dan Yahudi akan hancur. Yahudi akan diburu sampai manapun, sampai-sampai pohon dan batu pun berbicara, “Hai kaum muslimin, di belakangku ada Yahudi yang bersembunyi.” Yang tidak berbicara adalah pohon gharqad (semacam kaktus) yang merupakan pohon Yahudi. Dan jangan heran, sekarang pohon ini banyak ditanam oleh orang-orang Yahudi untuk berlindung dari serangan kaum muslimin.
    Apakah yang dimaksud Yahudi ini adalah khusus yang di Israel atau juga yang termasuk di negara-negara lain?
    Yang pasti adalah Yahudi Israel. Kalaupun kemudian Yahudi yang lain pindah ke Israel, ya wallaahu ‘alam. Dan Yahudi yang pindah ke Israel itu berarti menyatakan diri sebagai musuh umat Islam.
    Dalam sebuah hadits disebutkan, sebelum akhir zaman tiba, umat Islam akan berdamai dengan bangsa Rum. Bangsa mana bangsa Rum itu? Sebagian cenderung menafsirkannya bangsa Eropa. Alasannya bersifat historis. Bangsa Arab diapit oleh dua peradaban besar, yaitu peradaban Barat (Romawi) dan Timur (Persia). Peradaban Barat dipengaruhi oleh tradisi-tradisi ahlul al-kitab (Yahudi atau Nashrani). Timur dipengaruhi oleh kemusyrikan dan paganisme. Memang, sekarang ada perluasan akibat globalisasi. Timur tidak hanya Persia, tapi juga China, India, dan yang lainnya. Mereka bukan berkategori ahlul al-kitab, tapi disebut al-Adyaan al-Ardhiyah atau agama-agama Bumi yang didominasi paganisme.
    Apakah sekarang perdamaian itu sudah berlangsung?
    Sedang berjalan, meski semu. Kenapa? Karena yang kini memimpin dunia bukanlah amiirul mu’minin. Pemimpinnya adalah kalangan Rum, yang mengandalkan tradisi campur aduk dengan kebatilan sehingga muncul kedzaliman dan ketidak-adilan. Perdamaian yang sekarang lebih tepat diartikan sebagai “kesepakatan untuk tidak berperang”. Ini terjadi sejak berakhirnya penjajahan resmi oleh bangsa Rum terhadap negeri-negeri kaum Muslimin.
    Tampaknya ada kontradiksi. Kaum Muslimin berdamai dengan bangsa Rum, tapi saat ini Rum justru dekat dengan musuh abadi umat Islam, yaitu Yahudi. Meski lebih tepatnya bukan dekat, melainkan bangsa Rum sendiri memang sudah campur aduk. Ada Nashrani dan Yahudi sehingga disebut Judeo-Chistian civilization (peradaban Yahudi-Nashrani).
    Ada hadits yang menyatakan bahwa di akhir zaman Irak akan diboikot oleh bangsa Rum. Dan hal ini sudah terjadi dan sedang berjalan.
    Apa yang akan terjadi setelah itu?
    Agak sulit kalau mau dirangkai secara kronologis. Namun di antara tanda-tanda menjelang batas akhir adalah tanda-tanda kecil yaitu mengeringnya Sungai Eufrat dan ditemukannya gunung emas di bawah sungai itu. Pasukan dari berbagai bangsa akan berduyun-duyun memperebutkan emas tersebut. Tiap 100 manusia datang, 99 di antaranya tewas karena berebut emas. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam melarang kaum Muslimin ikut dalam perebutan emas ini.
    Apakah itu berupa serangan Amerika Serikat dan sekutunya pada Irak?
    Kalau itu bisa dianggap berebut minyak atau emas hitam. Apakah kelak akan ditemukan emas dalam arti sebenarnya, bukan emas hitam? Diyakini itu memang emas yang sebenarnya. Isyarat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam tidak cuma bersifat maknawi tapi juga hakiki. Seperti isyarat akan munculnya Imam Mahdi, itu bukan kiasan. Sosok Imam Mahdi memang ada. Begitu juga dengan Dajjal. Dajjal adalah oknum atau person. Saat ini oknum Dajjal belum muncul, meskipun sistem Dajjal sudah bisa kita rasakan.
    Kamis, 20 Februari 2014
    Posted by Unknown
    0 Comments

    Kiamat Sudah Dekat

    ►




    CIRI-CIRI AKAN DATANGNYA KIAMAT BESAR DUNIA

    Ada tiga tanda fenomena dari tanda-tanda
    Kiamat yang perlu di ambil perhatian sekarang
    ini oleh umat manusia pada umumnya dan
    umat Islam khasnya. Dua di antara tiga tanda
    itu termasuk dalam kategori tanda-tanda besar
    Kiamat. Satu lagi termasuk di dalam tanda
    besar, namun ada pula yang menyebutnya
    sebagai tanda penghubung antara tanda-tanda
    kecil Kiamat dengan tanda-tanda besar Kiamat.
    Tanda penghubung antara tanda-tanda kecil
    Kiamat dengan tanda-tanda besar Kiamat ialah
    diutusnya Imam Mahdi. Imam Mahdi
    merupakan tanda Kiamat yang menghubungkan
    antara tanda-tanda kecil Kiamat dengan tanda-
    tanda besar Kiamat.
    Masih ramai yang belum menyadari bahwa
    keadaan dunia sekarang ini ialah dalam situasi
    dimana hampir semua tanda-tanda kecil
    Kiamat telah muncul. Cuba perhatikan beberapa
    contoh tanda-tanda kecil Kiamat di bawah ini:
    - Perceraian banyak terjadi
    - Banyak terjadi kematian mendadak (tiba-
    tiba)
    - Banyak Quran diberikan hiasan
    - Masjid-masjid dibangunkan dengan megah
    - Perjanjian dan transaksi tidak dipatuhi
    - Berbagai peralatan muzik dimainkan
    - Berbagai jenis khamr (Arak) diminum
    manusia
    - Perzinaan dilakukan terang-terangan
    - Para pengkhianat diberi kepercayaan
    (menjadi pemimpin)
    - Orang yang amanah dianggap pengkhianat
    - Tersebarnya Pena (banyak buku
    diterbitkan)
    - Pasar-pasar (Mall, Plaza, Supermarket)
    Berdekatan
    - Penumpahan darah dianggap perkara yang
    kecil
    - Makan riba
    Jadi kalau kita teliti contoh-contoh di atas, jelas
    kita sudah menjumpai ciri-ciri tersebut di
    zaman ini. Apabila kita membuka kitab para
    Ulama yang menghimpun hadits-hadits
    mengenai tanda-tanda kecil Kiamat, lalu kita
    baca satu per satu hadits-hadits tersebut
    hampir pasti setiap satu hadits selesai kita
    baca kita akan berkata di dalam hati: “Wah,
    yang ini sudah..!”
    Jika tanda-tanda kecil Kiamat sudah hampir
    muncul kesemuanya, ini bermaksud dunia
    sekarang ini sedang menunggu kedatangan
    tanda-tanda besar Kiamat. Oleh itu, dalam
    waktu terdekat ini kita semua harus bersiap-
    siap untuk menyambut kedatangan tanda
    penghubung antara tanda-tanda kecil Kiamat
    dengan tanda-tanda besar Kiamat, iaitu
    diutusnya Imam Mahdi.
    “Aku khabarkan berita gembira mengenai Al-
    Mahdi yang diutus Allah ke tengah ummatku
    ketika banyak terjadi perselisihan antara
    manusia dan gempa-gempa. Ia akan
    memenuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran
    sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan
    kesewenang-wenangan dan kezaliman.” (HR
    Ahmad)
    Muhammad s.a.w mengisyaratkan adanya dua
    tanda menjelang perutusan Imam Mahdi di
    tengah ummat Islam. Pertama ialah banyak
    terjadi perselisihan antara manusia dan kedua
    terjadinya banyak gempa bumi. Subhaanallah.
    Jika kita perhatikan keadaan dunia ketika ini,
    banyak sangat berlaku pergaduhan dan
    peperangan. Gempa bumi juga silih berganti di
    serata tempat.
    Kedatangan Imam Mahdi merupakan tanda
    Akhir Zaman yang jelas-jelas harus di ambil
    berat oleh kita dalam waktu terdekat ini. Kita
    diperintahkan untuk segera berbai’at dan
    bergabung ke dalam barisannya sebab episod-
    episod berikutnya merupakan rangkaian perang
    yang dipimpin Imam Mahdi untuk menakluk
    negara-negara yang dipimpin oleh para Mulkan
    Jabriyyan (Para penguasa yang mengabaikan
    kehendak Allah dan RasulNya).
    “Ketika kamu melihatnya (Imam Mahdi) maka
    ber-bai’at-lah dengannya walaupun harus
    merangkak-rangkak di atas salji kerana
    sesungguhnya dia adalah Khalifatullah Al-
    Mahdi.” (HR Ibnu Majah)
    Imam Mahdi akan mengibarkan panji-panji Al-
    Jihad Fi Sabilillah untuk memerdekakan negeri-
    negeri yang selama ini dikuasai oleh para
    Mulkan Jabriyyan. Beliau akan mengetuai
    pembebasan dunia dari penghambaan manusia
    kepada hanya untuk memperhambakan diri
    kepada Allah semata-mata. Beliau akan
    memastikan bahawa dunia diisi dengan sistem
    dan peradaban yang mencerminkan
    kalimatthoyyibah Laa ilaha illAllah
    Muhammadur Rasulullah dari timur hingga ke
    barat.
    Ghazawaat (perang-perang) tersebut akan
    dimulai dari jazirah Arab kemudian Persia
    (Iran) kemudian Rom (Eropah dan Amerika)
    kemudian terakhir melawan pasukan Yahudi
    yang dipimpin langsung oleh puncak fitnah,
    yaitu Dajjal. Pasukan Imam Mahdi Insya Allah
    akan diizinkan Allah untuk meraih kemenangan
    dalam peperangan tersebut.
    “Kamu akan perangi jazirah Arab dan Allah
    akan beri kemenangan kamu keatasnya,
    kemudian kamu akan menghadapi Persia dan
    Allah akan beri kemenangan kamu keatasnya,
    kemudian kamu akan perangi Rom dan Allah
    akan beri kemenangan kamu keatasnya,
    kemudian kamu akan perangi Dajjal dan Allah
    akan beri kemenangan kamu keatasnya.” (HR
    Muslim)
    Lalu Nabiyullah Isa ’alihis-salaam akan turun
    dari langit dihantar oleh dua malaikat di kanan
    dan kirinya. Menurut hadits-hadits yang ada,
    Nabi Isa putra Maryam ’alihis-salaam akan
    datang sesudah pasukan Imam Mahdi selesai
    memerangi pasukan Rom menjelang
    menghadapi perang berikutnya melawan
    pasukan Dajjal. Pada waktu itulah Nabi Isa a.s
    akan Allah takdirkan turun ke muka bumi untuk
    bergabung ke dalam pasukan Imam Mahdi dan
    membunuh Dajjal dengan izin Allah.
    Ketika Imam Mahdi dan pasukannya
    mendengar khabar bahwa Dajjal telah muncul
    dan bermerajalela menabur fitnah dan
    kekacauan di muka bumi, maka Imam Mahdi
    mengarahkan pasukannya ke kota Damaskus.
    Ketika pasukan Imam Mahdi menunggu Subuh
    di sebuah masjid yang terletak di sebelah timur
    kota Damaskus, tiba-tiba turunlah Nabi Isa a.s
    dihantar oleh dua malaikat di menara putih
    masjid tersebut. Maka Imam Mahdi
    mempersilakan Nabi Isa ’alihis-salaam untuk
    mengimami sholat Subuh, namun ditolak
    olehnya dan Nabi Isa ’alihis-salaam menyuruh
    Imam Mahdi untuk menjadi imam solat Subuh
    tersebut sedangkan Nabi Isa ’alihis-salaam
    menjadi makmum di belakangnya. Subhanallah.
    Masjid yang dipercayai tempat turunnya Nabi
    Isa a.s
    “Turunlah Isa putra Maryam ’alihis-salaam.
    Berkata pemimpin mereka Al-Mahdi: “Mari
    pimpin solat kami.” Berkata Isa ’alihis-
    salaam: “Tidak. Sesungguhnya sebahagian
    mereka pemimpin bagi yang lainnya sebagai
    penghormatan Allah bagi Umat ini.” (Al Al-
    Bani dalam ”As-Salsalatu Ash-Shohihah”)
    Saudaraku, marilah kita bersiap-siap akan
    kedatangan tanda-tanda Akhir Zaman ini.
    Tanda-tanda yang akan mengubah wajah dunia
    dari wajah yang penuh kezaliman menuju
    keadilan di bawah naungan Syariat Allah dan
    kepemimpinan Imam Mahdi beserta Nabiyullah
    Isa ’alihis-salaam.
    Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam barisan
    pasukan Imam Mahdi yang akan memperoleh
    satu dari dua kebaikan: ’Isy Kariman (hidup
    mulia di bawah naungan Syariat Allah) au mut
    syahidan (atau Mati Syahid). Amin ya Rabb
    Rabu, 12 Februari 2014
    Posted by Unknown
    0 Comments

    Rohis Itu Apa sih???

    ►
                 Rohis (disebut juga Rohani Islam) adalah sebuah organisasi untuk memperkuat keislaman. Rohis sering disebut juga Dewan Keluarga Masjid (DKM).  Rohis biasanya dikemas dalam bentuk ekstrakurikuler (ekskul) di SMP dan SMA. Padahal fungsi Rohis yang sebenarnya adalah forum, mentoring, dakwah, dan berbagi. Susunan dalam rohis layaknya OSIS, di dalamnya terdapat ketua, wakil, bendahara, sekretaris, dan divisi-divisi yang bertugas pada bagiannya masing-masing.
    Rohis umumnya memiliki kegiatan yang terpisah antara anggota pria (ikhwan) dan wanita (akhwat). Hal ini dikarenakan perbedaan muhrim di antara anggota. Kebersamaan dapat juga terjalin antar anggota dengan rapat kegiatan serta kegiatan-kegiatan di luar ruangan. Tujuan utama rohis mendidik siswa menjadi lebih islami dan mengenal dengan baik dunia keislaman, dalam pelaksanaannya anggota rohis memiliki kelebihan dalam penyampaian dakwah dan cara mengenal Allah lebih dekat melalui alam dengan tadzabur alam, hal itu karena dalam kegiatannya rohis juga mengajarkan hal tersebut. Rohis selalu mendekatkan anggotanya kepada Allah SWT, dan menjauhkan anggotanya dari terorisme, kesesatan, dsb.

    Kegiatan-kegiatan Rohis adalah sebagai berikut :
    • Mentoring : Belajar Islam lewat metode kelompok setiap minggu.
    • Rihlah : Belajar Islam di alam terbuka.
    • Mabit : Malam bina iman dan taqwa.
    • BTQ : Baca tulis Al-Qur'an.
    • Tahsin : Memperbaiki bacaan Al-Qur'an dengan tajwid aplikatif.
    • Tahfizh : Menghafal Al-Qur'an one day one ayat (sehari 1 ayat).
    • Training motivasi : Menyeimbangkan IQ, SQ, dan EQ.
    • Kelompok belajar : Untuk mencetak muslim berprestasi.
    Posted by Unknown
    0 Comments

    Pacaran Dalam Islam?? Haram Atau Halal sih??

    ►



    “Janganlah kamu sekalian mendekati perzinahan, karena zina itu adalah perbuatan yang keji…” (QS. Al-Isra : 32).
    Istilah pacaran yang dilakukan oleh anak-anak muda sekarang ini tidak ada dalam Islam. Yang ada dalam Islam ada yang disebut “Khitbah” atau masa tunangan. Masa tunangan ini adalah masa perkenalan, sehingga kalau misalnya setelah khitbah putus, tidak akan mempunyai dampak seperti kalau putus setelah nikah. Dalam masa pertunangan keduanya boleh bertemu dan berbincang-bincang di tempat yang aman, maksudnya ada orang ketiga meskipun tidak terlalu dekat duduknya dengan mereka.
    Kalau dilihat dari hukum Islam, pacaran yang dilakukan oleh anak-anak sekarang adalah haram. Mengapa haram?
    Karena pacaran itu akan membawa kepada perzinahan dimana zina adalah termasuk dosa besar, dan perbuatan yang sangat dibenci oleh Allah. Oleh karena itu ayatnya berbunyi sebagaimana yang dikutip di awal tulisan ini. Ayat tersebut tidak mengatakan jangan berzina, tetapi jangan mendekati zina, mengapa demikian ? Karena biasanya orang yang berzina itu tidak langsung, tetapi melalui tahapan-tahapan seperti : saling memandang, berkenalan, bercumbu kemudian baru berbuat zina yang terkutuk itu.
    PENCEGAHAN
    Dalam hukum Islam umumnya, manakala sesuatu itu diharamkan, maka segala sesuatu yang berhubungan dengan yang diharamkan itu diharamkan juga. Misalnya minum arak, bukan hanya minumnya yang diharamkan, tapi juga yang memproduksinya, yang menjualnya, yang membelinya, yang duduk bersama orang yang minum tersebut juga diharamkan.
    Demikian juga halnya dengan masalah zina. Oleh karena itu maka syariat Islam memberikan tuntunan pencegahan dari perbuatan zina, karena Allah Maha Tahu tentang kelemahan manusia.
    Berikut ini adalah pencegahan agar kita tidak terjerumus ke dalam perzinahan :
    1. Dilarang laki dan perempuan yang bukan mahram untuk berdua-duaan. Nabi Saw bersabda : “Apabila laki-laki dan perempuan yang bukan mahram berdua-duaan, maka yang ketiga adalah setan.” Setan juga pernah mengatakan kepada Nabi Musa AS bahwa apabila laki dan perempuan berdua-duaan maka aku akan menjadi utusan keduanya untuk menggoda mereka. Ini termasuk juga kakak ipar atau adik perempuan ipar.
    2. Harus menjaga mata atau pandangan, sebab mata itu kuncinya hati. Dan pandangan itu pengutus fitnah yang sering membawa kepada perbuatan zina. Oleh karena itu Allah berfirman : “Katakanlah kepada laki-laki mukmin hendaklah mereka memalingkan pandangan mereka (dari yang haram) dan menjaga kehormatan mereka dan katakanlah kepada kaum wanita hendaklah mereka meredupkan mata mereka dari yang haram dan menjaga kehormatan mereka (An-Nur : 30-31).
    3. Diwajibkan kepada kaum wanita untuk menjaga aurat mereka, dan dilarang mereka untuk memakai pakaian yang mempertontonkan bentuk tubuhnya, kecuali untuk suaminya. Dalam hadits dikatakan bahwa wanita yang keluar rumah dengan berpakaian yang mempertontonkan bentuk tubuhnya, memakai minyak wangi baunya semerbak, memakai make up dan sebagainya, setiap langkahnya dikutuk oleh para malaikat, dan setiap laki-laki yang memandangnya sama dengan berzina dengannya.Di hari kiamat nanti perempuan seperti itu tidak akan mencium baunya surga (apalagi masuk surga). hemmm.... sangat mengerikan. naudzubillah...
    4. Dengan ancaman bagi yang berpacaran atau berbuat zina. Misalnya Nabi bersabda :“lebih baik memegang besi yang panas daripada memegang atau meraba perempuan yang bukan istrinya (kalau ia tahu akan berat siksaannya). Dalam hadits yang lain : “Barangsiapa yang minum (minuman keras) atau berzina, maka Allah akan melepas imannya dalam hatinya, seperti seseorang melepaskan peci dari kepalanya (artinya kalau yang sedang berzina itu meninggal ketika berzina, ia tidak sempat bertobat lagi, maka dia meninggal sebagai orang kafir yang akan kekal di neraka).
    Oleh karena itu Syekh Sharwi menggambarkan : seandainya ada seorang wanita cantik yang sudah hampir telanjang di sebuah kamar, kemudian ditawarkan kepada seorang pemuda … “Maukah kamu saya kasihkan perempuan itu untuk kamu semalam suntuk, tapi besok pagi saya akan masukan kamu ke kamar yang sebelahnya, yang penuh dengan api, apakah mungkin anak muda itu akan mau untuk menikmati tubuh wanita semalam suntuk kemudian digodok keesokan harinya dalam api?
    Nah ketika kita tergoda untuk berbuat zina atau minum, coba bayangkan kalau kita meninggal ketika itu, bagaimana nasib kita? Tiada dosa yang lebih besar setelah syirik kepada Allah daripada meneteskan air mani dalam suatu tempat (kehormatan) yang tidak halal baginya. Neraka Jahannam mempunyai “Tujuh pintu gerbang” (QS. Al-Hijr : 44), dan pintu gerbang yang paling panas, dahsyat, seram, keji, dan bau adalah diperuntukan bagi orang-orang yang suka berzina setelah dia tahu bahwa zina itu haram.
    Sebagaimana kita yakini sebagai seorang muslim bahwa segala sesuatu yang diharamkan oleh Allah, mesti mempunyai dampak yang negatif di masyarakat. Kita lihat saja di Amerika Serikat, bagaimana akibat karena adanya apa yang disebut dengan free sex, timbul berbagai penyakit. Banyak anak-anak yang terlantar, anak yang tidak mengenal ayahnya, sehingga timbul komplikasi jiwa dan sebagainya. Oleh karena itu, jalan keluar bagi para pemuda yang tidak kuat menahannya adalah :
    1. Menikah, supaya bisa menjaga mata, hati, jiwa dan kehormatan.
    2. Kalau belum siap menikah, banyaklah berpuasa dan berolahraga
    3. Jauhkan mata dan telinga dari segala sesuatu yang akan membangkitkan syahwat
    4. Dekatkan diri dengan Allah, dengan banyak membaca Al-Qur’an dan merenungkan artinya. Banyak berzikir, membaca shalawat, shalat berjamaah di Masjid, menghadiri pengajian-pengajian dan berteman dengan orang-orang yang shaleh yang akan selalu mengingatkan kita kepada jalan yang lurus.
    5. Dan ingat bahwa Allah telah menjanjikan kepada para anak muda yang sabar menahan pacaran dan zina yaitu dengan bidadari, yang kalau satu diantaranya menampakkan wajahnya ke alam dunia ini, setiap laki-laki yang memandangnya pasti akan jatuh pingsan karena kecantikannya. Coba anda bayangkan saja siapa menurut anda wanita yang paling cantik di alam dunia ini, maka pastilah bidadari itu entah berapa juta kali lebih cantik dari wanita yang anda bayangkan itu.
    Jika itu yang kita lakukan, sungguh. pelecehan perempuan, zina, pergaulan bebas, kenakalan remaja dan lain2 yang berefek negatif tak pernah terjadi.
    Maha Benar Allah dengan segala firmannyaa....
    Posted by Unknown
    0 Comments

    Valentine Dalam Islam. Yes Or No??

    ►
    VALENTINE, YES / NO ?

    Bissmillahirrahmanirrahim

    Tanggal 14 Februari merupakan suatu hari yang ditunggu-tunggu oleh kebanyakan remaja, salah satunya di Indonesia. Kebanyakan orang menganggap bahwa hari tersebut adalah hari special untuk mengungkapkan rasa kasih sayang kepada pasangannya yang mayoritas adalah remaja yang sedang berpacaran. Itulah hari Valentine, sebuah hari di mana orang-orang di barat sana menjadikannya sebagai fokus untuk mengungkapkan rasa ‘kasih sayang’, walau pun pada hakikatnya bukan kasih sayang melainkan hari ‘making love’.

    Remaja di Indonesia telah banyak terkena ghozwul fikri yang telah dibuat oleh orang-orang yahudi yaitu dengan memasukkan nilai-nilai dan budaya barat yang bertentangan dengan aturan agama Islam itu sendiri. Dan seiring dengan masuknya beragam gaya hidup barat ke dunia Islam, perayaan hari valentine pun ikut mendapatkan sambutan hangat, terutama dari kalangan remaja ABG. Bertukar bingkisan valentine, semarak warna pink, ucapan rasa kasih sayang, ungkapan cinta dengan berbagai ekspresinya, menyemarakkan suasana Valentine setiap tahunnya, bahkan di kalangan remaja muslim sekali pun

    SEDIKIT CERITA TENTANG VALENTINE

    Kalau dibanding dengan perayaan natal, sebenarnya nyaris tidak ada bedanya. Natal dan Valentine sama-sama sebuah ritual agama milik umat Kristiani. Sehingga seharusnya pihak MUI pun mengharamkan perayaan Valentine ini sebagaimana haramnya pelaksanaan Natal bersama.
    Fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang haramnya umat Islam ikut menghadiri perayaan Natal masih jelas dan tetap berlaku hingga kini. Maka seharusnya juga ada fatwa yang mengharamkan perayaan valentine khusus buat umat Islam.
    Mengingat bahwa masalah ini bukan semata-mata budaya, melainkan terkait dengan masalah aqidah, di mana umat Islam diharamkan merayakan ritual agama dan hari besar agama lain.

    HUKUM MERAYAKAN VALENTINE DALAM ISLAM

    Di dalam tatanan aqidah Islam, seorang muslim diharamkan ikut merayakan hari besar pemeluk agama lain, baik agama Nasrani ataupun agama paganis (penyembah berhala) dari Romawi kuno.

    Berikut Hadist2 nya

    => Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang untuk mengikuti tata cara peribadatan selain Islam, artinya, ” Barangsiapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut ” (HR. At-Tirmidzi) .
    => Ibnu Qayyim al-Jauziyah berkata, ” Memberikan ucapan selamat terhadap acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut HARAM “.

    Mengapa ? karena berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah subhanahu wata’ala. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah subhanahu wata’ala dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh.

    So?

    'Merayakan' Valentine = Syirik ( Menyekutukan Allah )

    karena Dengan kita mengucap 'Selamat Hari Valentine ya', Berarti kita sama saja mendukung perbuatan mereka yang menyekutukan Allah!

    Astaghfirullah

    Saudaraku!! Ini adalah suatu kelalaian, mengadakan pesta pada hari tersebut bukanlah sesuatu yang sepele, tapi lebih mencerminkan pengadopsian nilai-nilai Barat yang tidak memandang batasan normatif dalam pergaulan antara pria dan wanita sehingga saat ini kita lihat struktur sosial mereka menjadi porak-poranda. Hendaknya setiap muslim merasa bangga dengan agamanya, tidak menjadi orang yang tidak mempunyai pegangan dan ikut-ikutan. Semoga Allah subhanahu wata’ala melindungi kaum muslimin dari segala fitnah (ujian hidup), yang tampak ataupun yang tersembunyi dan semoga meliputi kita semua dengan bimbingan-Nya.

    Aamin..
    Selasa, 11 Februari 2014
    Posted by Unknown
    0 Comments

    Asmaul Husna

    ►

    99 asmaul husna dan artinya





    99 Asmaul husna dan artinya

    1. (Ar Rahman) Artinya Yang Maha Pemurah

    2. (Ar Rahim) Artinya Yang Maha Mengasihi / Penyayang

    3. (Al Malik) Artinya Yang Maha Menguasai / Merajai

    4. (Al Quddus) Artinya Yang Maha Suci

    5. (Al Salam) Artinya Yang Maha Selamat

    6. (Al Mukmin) Artinya Yang Maha Melimpahkan Keamanan

    7. (Al Muhaimin) Artinya Yang Maha Memelihara / Mengawasi

    8. (Al Aziz) Artinya Yang Maha Berkuasa / Ynag Dapat Mengalahkan

    9. (Al Jabbar) Artinya Yang Maha Perkasa / Menundukkan Segalanya

    10. (Al Mutakabbir) Artinya Yang Mempunyai kebesaran.

    11. (Al Khaliq) Artinya Yang Maha Pencipta

    12. (Al Bari) Artinya Yang Maha Menjadikan / Melepaskan

    13. (Al Musawwir) Artinya Yang Maha Pembentuk

    14. (Al Ghaffar) Artinya Yang Maha Pengampun

    15. (Al Qahhar) Artinya Yang Maha Memaksa

    16. (Al Wahhab) Artinya Yang Maha Penganugerah / Pengkarunia

    17. (Al Razzaq) Artinya Yang Maha Pemberi Rezeki

    18. (Al Fattah) Artinya Yang Maha Pembuka

    19. (Al Alim) Artinya Yang Maha Mengetahui

    20. (Al Qabidh) Artinya Yang Maha Pengekang / Menyempitkan Rezeki

    21. (Al Basit) Artinya Yang Maha Melimpah Nikmat / Melapangkan Rizki

    22. (Al Khafidh) Artinya Yang Maha Perendah / Merendahkan Derajat

    23. (Ar Rafik) Artinya Yang Maha Peninggi / Meninggikan Derajat

    24. (Al Mu’izz) Artinya Yang Maha Menghormati / Memuliakan

    25. (Al Muzill) Artinya Yang Maha Menghina

    26. (As Sami) Artinya Yang Maha Mendengar

    27. (Al Basir) Artinya Yang Maha Melihat

    28. (Al Hakam) Artinya Yang Maha Mengadili / Menetapkan Hukum

    29. (Al Adil) Artinya Yang Maha Adil

    30. (Al Latif) Artinya Yang Maha Lembut/Halus

    31. (Al Khabir) Artinya Yang Maha Waspada

    32. (Al Halim) Artinya Yang Maha Penyabar

    33. (Al Azim) Artinya Yang Maha Agung

    34. (Al Ghafur) Artinya Yang Maha Pengampun

    35. (Asy Syakur) Artinya Yang Maha Bersyukur / Berterima Kasih

    36. (Al Ali) Artinya Yang Maha Tinggi

    37. (Al Kabir) Artinya Yang Maha Besar

    38. (Al Hafiz) Artinya Yang Maha Memelihara

    39. (Al Muqit) Artinya Yang Maha Menjaga / Memberikan Makan

    40. (Al Hasib) Artinya Yang Maha Penghitung

    41. (Al Jalil) Artinya Yang Mempunyai Kebesaran

    42. (Al Karim) Artinya Yang Maha Mulia

    43. (Ar Raqib) Artinya Yang Maha Waspada / Mengawasi

    44. (Al Mujib) Artinya Yang Maha Pengkabul

    45. (Al Wasik) Artinya Yang Maha Luas

    46. (Al Hakim) Artinya Yang Maha Bijaksana

    47. (Al Wadud) Artinya Yang Maha Mengasihi / Penyayang

    48. (Al Majid) Artinya Yang Maha Mulia

    49. (Al Baith) Artinya Yang Maha Membangkitkan Semula

    50. (Asy Syahid) Artinya Yang Maha Menyaksikan

    51. (Al Haqq) Artinya Yang Maha Benar

    52. (Al Wakil) Artinya Yang Maha Pentabir / Mengurusi

    53. (Al Qawiy) Artinya Yang Maha Kuat

    54. (Al Matin) Artinya Yang Maha Teguh / Kokoh

    55. (Al Waliy) Artinya Yang Maha Melindungi

    56. (Al Hamid) Artinya Yang Maha Terpuji

    57. (Al Muhsi) Artinya Yang Maha Penghitung

    58. (Al Mubdi) Artinya Yang Maha Pencipta dari Asal / Memulai

    59. (Al Muid) Artinya Yang Maha Mengembalikan

    60. (Al Muhyi) Artinya Yang Maha Menghidupkan

    61. (Al Mumit) Artinya Yang Mematikan

    62. (Al Hayyu) Artinya Yang Maha Hidup

    63. (Al Qayyum) Artinya Yang Hidup serta Berdiri Sendiri

    64. (Al Wajid) Artinya Yang Maha Penemu

    65. (Al Majid) Artinya Yang Maha Mulia

    66. (Al Wahid) Artinya Yang Maha Esa

    67. (Al Ahad) Artinya Yang Tunggal

    68. (As Samad) Artinya Yang Menjadi Tumpuan

    69. (Al Qadir) Artinya Yang Maha Berupaya

    70. (Al Muqtadir) Artinya Yang Maha Berkuasa

    71. (Al Muqaddim) Artinya Yang Maha Mendahului

    72. (Al Muakhir) Artinya Yang Maha Mengakhiri / Penangguh

    73. (Al Awwal) Artinya Yang Pertama

    74. (Al Akhir) Artinya Yang Akhir

    75. (Az Zahir) Artinya Yang Zahir

    76. (Al Batin) Artinya Yang Batin / Tak Kelihatan Dzatnya

    77. (Al Wali) Artinya Yang Memerintah / Menguasai

    78. (Al Muta Ali) Artinya Yang Maha Tinggi serta Mulia

    79. (Al Barr) Artinya Yang banyak membuat kebajikan / Kebaikan

    80. (At Tawwab) Artinya Yang Menerima Taubat

    81. (Al Muntaqim) Artinya Yang Maha Memberi Hukuman / Siksaan

    82. (Al Afuw) Artinya Yang Maha Pengampun

    83. (Ar Rauf) Artinya Yang Maha Pengasih serta Penyayang

    84. (Malikul Mulk) Artinya Pemilik Kedaulatan Yang Kekal / Memiliki Kerajaan

    85. (Dzul Jalal Wal Ikram) Artinya Yang Mempunyai Keagungan dan Kemuliaan

    86. (Al Muqsit) Artinya Yang Maha Adil

    87. (Al Jami) Artinya Yang Maha Mengumpulkan

    88. (Al Ghaniy) Artinya Yang Maha Kaya

    89. (Al Mughni) Artinya Yang Maha Memberi Kekayaan

    90. (Al Mani) Artinya Yang Maha Pencegah / Mempertahankan

    91. (Al Darr) Artinya Yang Mendatangkan Mudharat / Bahaya

    92. (Al Nafi) Artinya Yang Memberi Manfaat

    93. (Al Nur) Artinya Memberi Cahaya

    94. (Al Hadi) Artinya Yang Memimpin dan Memberi Pertunjuk

    95. (Al Badi) Artinya Yang Maha Pencipta Yang Tiada BandinganNya

    96. (Al Baqi) Artinya Yang Maha Kekal

    97. (Al Warith) Artinya Yang Maha Mewarisi

    98. (Ar Rasyid) Artinya Yang Maha Pandai

    99. (As Sabur) Artinya Yang Maha Penyabar / Sabar

    Posted by Unknown
    0 Comments

    Ada 9 item Ucapan atau Semakna Dengan Ucapan yang Boleh Diucapkan Ketika Shalat… tahu belum?

    ►
    A. Memberitahukan bacaan kepada imam Apabila imam lupa bacaannya, maka orang yang ada di belakangnya boleh memberitahukannya. Ini dilakukan agar tidak ada pengubahan dalam Kalamullah. Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma bahwasan-nya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat dan ada bacaan yang terlupa. Seusai shalat beliau bertanya kepada Ubay, “Apakah tadi kamu shalat bersama kami?” Ubay menjawab, “Ya.” Beliau bertanya kembali, “Lantas apa yang menghalangimu untuk memberitahukan kepadaku?” [Hadits hasan, diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Hibban dengan sanad yang hasan]
    B. Mengulang-ulangan bacaan ayat pada shalat sunnah Diriwayatkan dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu bahwasannya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca ayat ini dan mengulang-ulangannya hingga Shubuh. “Jika Engkau menyiksa mereka, Maka Sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, Maka Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS Al_Maidah (5): 118) [Hadits ini diriwayatkan oleh An_Nasa’i, Ahmad, dan Al_Hakim dengan sanad yang lemah] Penulis berkata, “Mengenai masalah ini tidak ada riwayat yang menye-butkan bahwa hal ini dilakukan dalam shalat fardhu, sehingga tidak mengerjakannya dalam shalat fardhu adalah lebih utama.”
    C. Menangis dan merintih ketika shalat Menangis ketika shalat karena takut kepada Allah atau mengingat surga dan neraka seta lain-lainnya adalah perbuatan terpuji dan berpahala. Shalat tidak batal, sebagaimana yang disangka oleh sebagian orang. Demikian juga merintih karena sakit yang diderita atau musibah yang menimpa, maka hal itu tidaklah mengapa. Dalil yang menunjukkan tidak batalnya shalat orang yang menangis atau merintih adalah sebagai berikut: “Mereka itu adalah orang-orang yang Telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang Telah kami beri petunjuk dan Telah kami pilih. apabila dibacakan ayat-ayat Allah yang Maha Pemurah kepada mereka, Maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.” [QS. Maryam (19): 58] “Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’.” [QS. Al_Isra’ (17): 109] Dalil hadits adalah riwayat dari ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Tidak ada di antara kami yang mengendarai kuda pada perang Badar kecuali Al_Miqdad. Pada saat itu kami semua tidur, kecuali Raslullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shalat di bawah pohon dan menangis hingga waktu Shubuh.” [Hadits shahih, diriwayat- kan oleh Ahmad dan Ibnu Khuzaimah dengan sanad yang shahih] Abdullah bin Syaddad berkata, “Aku pernah mendengar isakan tangis Umar radhiyallahu ‘anhu sementara aku berada di belakang shaf, saat ia membaca: “Ya’qub menjawab: “Sesungguhnya hanyalah kepada Allah Aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan Aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya.” (QS. Yusuf (12): 86) [Hadits shahih, diriwayatkan oleh Al_Bukhari] Penulis berkata, “Rintihan adalah jika engkau mengatakan: duhhh atau ahh. Ucapan ini tidak membatalkan shalat, hanya makruh hukumnya jika tidak ada keperluan.”
    D. Meniup ketika shalat karena suatu keperluan Diriwayatkan dari Aiman bin Nabil, ia berkata, “Aku katakan kepada Qudamah bin Abdullah bin Ammar Al_Kilabi – seorang sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam –, Aku merasa terganggu dengan bulu-bulu merpati di Masjidil Haram ketika kami bersujud. Ia menjawab, “Tiup saja.” [Hadits shahih, diriwayatkan oleh Al_Baihaqi (II/253) dan dishahihkan oleh Al_Hafizh Ibnu Hajar Al_Asqalani dalam kitab Fathul Bari (III/85)]
    E. Berdehem dalam shalat karena suatu keperluan Tidak mengapa berdehem dalam shalat, karena yang diharamkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam shalat hanyalah berbicara. Berdehem sama sekali tidak termasuk dalam kategori ucapan. Karena dehem, dengan sendirinya maupun bersama-sama kata lainnya, tidak menunjukkan suatu makna pun. Pelakunya juga tidak disebut sebagai orang yang berbicara. Dehem hanya bisa dipahami maksudnya melalui kausal tertentu, sehingga ia menjadi seperti isyarat. [Lihat kitab Majmu’ Fatawa (XXII/617)]
    F. Berbicara sedikit untuk kemaslahatan shalat Berbicara untuk kemaslahatan shalat tidak membatalkan shalat, jika itu berasal dari imam atau makmum, dengan syarat tidak banyak dan berhenti bila sudah dipahami. Hal ini berdasarkan hadits dari Dzul Yadain yang masyhur mengenai kisah shalat Nabi yang mengimami jamaah pada shalat Ashar, “Ketika beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan salam pada rakaat kedua. Maka Dzul Yadain berkata, ‘Wahai Rasulullah, apakah engkau mengqashar shalat ataukah engkau lupa?’ Rasulullah menjawab, ‘Semuanya tidak.’ Dzul Yadain berkata, ‘Wahai Rasulullah engkau lupa.’ Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadap ke makmum dan bertanya, ‘Apakah benar yang dikatakan Dzul Yadain?’ Para sahabat menjawab, ‘Benar wahai Rasulullah.’ Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyempurnakan sisa rakaat shalatnya, kemudian setelah salam beliau bersujud dua kali dalam keadaan duduk.” [Hadits shahih, diriwayatkan oleh Al_Bukhari dan Muslim]
    G. Mengucapkan Alhamdulillah dalam shalat ketika bersin. Bagi yang bersin dalam shalat, ia boleh mengucapkan Alhamdulillah bagi dirinya, tapi bagi yang mendengarnya tidak perlu mengucapkan tasymit (yarhamukallah). Hal ini berdasarkan hadits dari Rifa’ah bin Malik, ia berkata, “Aku shalat di belakang Rasulullah, lalu aku bersin dan aku ucapkan: Alhamdulillah hamdan katsiran mubarakan fihi kama yuhibbu rabbuna wayardhah. Seusai shalat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadap kami dan bertanya, ‘Siapa tadi yang berbicara dalam shalat?’ Rifa’ah berkata, ‘Saya, wahai Rasulullah.’ Beliau bersabda, “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan_Nya, sungguh 30 lebih malaikat berlomba-lomba siapa yang lebih dahulu membawa kalimat tersebut naik ke atas …”” [Hadits ini diriwayatkan oleh At_Tirmidzi dan An_Nasa’i. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Al_Bukhari tetapi tidak menyebutkan bersin] Imam Asy_Syaukani berkata, “Ini menunjukkan atas disyariatkannya mengucapkan Alhamdulillah ketika bersin walaupun sedang mengerja-kan shalat. Hal ini dikuatkan oleh hadits-hadits umum yang mensyariat-kan hal itu tanpa membedakan antara di dalam dan di luar shalat.” Penulis berkata, “Kesimpulan ini lebih dikuatkan lagi dengan hadits Mu’awiyah bin Ahkam. Ia berkata: Ketika aku sedang shalat bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam , seseorang bersin dan mengucapkan : Alhamdulillah, maka aku jawab: Yarhamukallah….” [Hadits shahih, diriwayatkan oleh Muslim dan Abu Dawud] Dalam hadits tersebut disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang menjawab tahmid orang yang bersin, namun tidak melarang orang yang mengucapkan tahmid pada saat bersin. Ini berarti bahwa ucapan tersebut disyariatkan walaupun di dalam shalat. Wallahu ‘alam
    H. Mengucapkan Alhamdulillah dalam shalat karena mendengar perkara yang menyenangkan Dalam hadits Sahl bin Sa’ad tertera kisah perginya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ke Bani Amr bin ‘Auf untuk mendamaikan di antara mereka. Maka (sebagai pengganti beliau) majulah Abu Bakar sebagai imam. Pada saat shalat sedang berlangsung, Nabi datang dan Abu Bakar ingin mundur ke belakang, maka beliau memberinya isyarat agar tetap pada tempatnya. Kemudian Abu Bakar mengangkat kedua tang-annya sambil mengucapkan Alhamdulillah atas perintah yang diberikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepadanya. [Hadits shahih, diriwayatkan oleh Al_Bukhari dan Muslim]
    I. Berbica dengan orang yang sedang shalat dan bertanya kepadanya untuk suatu keperluan Telah disinggung tentang kisah Jabir, ketika diutus Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ke Bani Mushthaliq bahwa ia datang dan berbicara dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saat beliau sedang shalat. Namun beliau tidak menjawabnya dan hanya memberi isyarat kepadanya dengan tangan beliau. [Hadits shahih, diriwayatkan oleh Muslim]
    Posted by Unknown
    0 Comments

    Shalat Berjamaah

    ►
    “Shalat seseorang dengan berjamaah itu dilipat gandakan pahalanya 25 kali atas shalat sendirian yang dia kerjakan di rumah dan di pasar. Hal itu apabila ia berwudhu dengan sempurna, lalu ia keluar menuju ke masjid dan tidak ada yang mendorongnya keluar (menuju ke masjid) selain shalat. Tidaklah setiap langkahnya kecuali akan mengangkatnya satu derajat dan menghapuskan darinya satu kesalahan. Apabila ia shalat, malaikat akan senantiasa mendoakannya selama ia berada di tempat shalatnya, ‘Ya Allah, ampunilah dia. Ya Allah, rahmatilah dia.’ Salah seorang di antara kalian tetap dianggap berada dalam shalat selamaia menanti shalat.”
    [HR. Bukhari]

    Share Pertama 
    Posted by Unknown
    0 Comments
    NEXT HOME

    Popular Post

    Blogger templates

    Blog Archive

    • ▼  2014 (16)
      • ►  Agustus (2)
      • ►  April (5)
      • ►  Maret (1)
      • ▼  Februari (8)
        • Kapan sih Permulaan kiamat???
        • Kiamat Sudah Dekat
        • Rohis Itu Apa sih???
        • Pacaran Dalam Islam?? Haram Atau Halal sih??
        • Valentine Dalam Islam. Yes Or No??
        • Asmaul Husna
        • Ada 9 item Ucapan atau Semakna Dengan Ucapan yang ...
        • Shalat Berjamaah

    Blogger news

    Untuk kritik dan saran bisa menghubungi kami di emali : "rohistelsa123@gmail.com"

    Blogroll

    About

    Rohis SMK Telkom Tunas harapan adalah Ekstrakurikuler yang baru dimulai WAJIB pada tahun ajaran 2013/2014 ini.
    Rohis SMK TTH sepenuhnya ada dalam pembinaan Bp. Tri Joko Mulyono. Selaku kesiswaan Di SMK TTH.

    - Copyright © Dakwah Telsa -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -